Nama Ku Jack ( chapter 2), Jack dan laki-laki tua
Pernah di pagi hari Jack dan lori, anjing yang telah menjadi temannya belum lama ini pergi berjalan-jalan ke sebuah danau yang agak jauh dari rumahnya. Danau yang agak terpencil dan terperososk di dalam hutan, benar-benar jauh dari ingar-bingar suara dan helaan nafas kehidupan kaum urban. Walaupun begitu, baginya yang baru berusia 12 tahun tidak ada rasa takut dalam melangkah di tengah rimbunnya pepohonan.
Beriringan dengan langkah kakinya bergema suara lori yang sekali-kali menyalak.
“Lori, kau jangan berisik. Hari ini akan ku tunjukan harta terindah yang belum pernah kau lihat”. Jack berbisik.
Seolah mengerti Lori terdiam seketika. Memang dulu Jack kecil sering di ajak sang ayah pergi menembus rimbun pepohonan untuk menatap salah satu harta terindah yang di miliki desa mereka. Hingga dia lumayan hafal akan jalan ke sana.
Seiring detak langkah kecil yang terus menapak di jalan, danau yang jadi harta desa mulai tampak. Tapi dia merasa heran untuk sementara karena tampak ada seorang lelaki tua paruh baya, yang agak gemuk dengan perawakan tambun lengkap dengan topi jerami serta alat pancingnya.
Dalam hati dia bergumam,
“Hmmm . . . sedang apa ya orang tua itu di sini?”
“Harusnya cuma aku dan ayah yang tahu harta desa ini, kan itu rahasia kami berdua”. Tambahnya.
Perlahan Jack mulai mendekati orang tua itu. Sebelum Jack sempat mengajaknya berbicara, laki-laki tua itu lebih dulu bersuara.
“Oh, ada orang rupanya. Ada seekor anjing Baca Selengkapnya . . .
